YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 05 Mei 2014

Happy birthday Jorge Lorenzo

yersterday, May 4th 2014 was his 27th Birthday, Jorge Lorenzo. Happy birthday to you one-more-time
Lucu banget yaaaa!!











ok first gue mau explain kenapa gue bisa suka sama Lorenzo.
Jadi tuh sekitar pertengahan tahun 2009 gue udah suka motogp, tapi masih bingung mau pilih jagoan yang mana haha secara masih kelas 6sd. yang penting juara 1 waktu main ps haha, tapi kalo nonton motogp bareng keluarga, gue ikut ikutan bokap sama kakak gue aja dukung dukung rossi.
mungkin ini love at first sight haha..
pertengahan 2010 gue main Motogp08 terus disitu gue bosen kan pake Valeyellow terus, akhirnya gue cari-cari rider yang keliatan bagus dari fotonya haha. dan akhirnya ada salah satu rider Yamaha  nomor 99. dan itu ganteng bangeeettt haha masih muda pula, sejak saat itu gue sering browsing tentang dia, Jorge Lorenzo rider muda asal spanyol yang baby face banget menurut gue. at first gue suka dia karna dia ganteng, tapi dia tuh ga cuma ganteng, kalo lagi race keren banget, orang nya ramah, suka menolong, dannnn sayang banget sama adiknya! dan Alhamdulillah lah ya, sampe sekarang makin cinte sama Lorenzo hahahaha.

Story of Jorge Lorenzo
Masa Kecil
            Jorge lahir di Rumah Sakit Son Dureta di  Palma de Mallorca, anak pertama dari pasangan pembalap Maria Guerrero (ibu) dan Chico Lorenzo (ayah). Maka dari itu ia memiliki nama lengkap Jorge Lorenzo Guerrero.  Ia adalah seorang kakak yang sangat menyayangi adik semata wayangnya yg bernama Laura Lorenzo Guerrero. Menurut Ibunya, Jorge adalah anak yg pendiam tp pemberani. Jorge kecil selalu membela adiknya, bahkan membawakan tas adiknya saat berangkat sekolah. Karena sangat sayang pada adiknya itu, dia berat untuk meninggalkan Mallorca untuk pindah ke Barcelona. Saat kecil potongan rambutnya sangat unik, mohawk dengan bentuk bintang di samping-sampingnya.
Lorenzo, begitu sapaan akrabnya di dunia balap, menghabiskan masa kecilnya di kepulauan Balearic daerah wisata pantai yang terkenal di Spanyol, hobi berburu barang-barang yang dijatuhkan oleh turis di Aquacity. Tapi yg paling ia suka adalah membuat mereka kagum dengan bakatnya mengendarai motor. Terlahir dari keluarga pembalap, sejak bayi ia sudah terbiasa dengan barang-barang berbau motor. Ia pun mengejutkan kedua orang tuanya dengan kemampuannya mengendalikan motor mini saat usianya baru 3 tahun. Ayahnya lah yang mengenalkannya pada motor sekaligus pelatih pertamanya, juga menawarkan video-video balapnya pada tim-tim balap dan manajer-manajer.

Karier
            Tak butuh waktu lama bagi Lorenzo untuk menunjukkan talenta yang dimilikinya. Umur delapan tahun dia sudah memenangkan balapan minicross tingkat regional di Balearic, kota kelahirannya. Tahun 1997, saat usianya genap berusia 10 tahun Lorenzo mencatatkan namanya sebagai pemenang kejuaraan balap nasional Spanyol dan melesat di tahun 1998 dengan memenangkan balapan aprillia 50cc.
Suatu hari, seorang manajer tim balap motor bernama Dani Amatriain terpukau melihat video yg dikirim Chicho kepadanya. Dani pun mengajak Chico bertemu di Barcelona untuk membicarakan bakat calon anak didiknya itu. Setelah pembicaraan tersebut, akhirnya Chicho & Dani bertemu lagi, kali ini Lorenzo ikut. Yang sangat diingat oleh Dani adalah tatapan mata si Lorenzo kecil. Menurut Dani, tatapan Lorenzo sangat tajam dan sangat fokus, dia menyebutnya sebagai Gaze of the Champion. Dari sana dia yakin untuk mengontrak Lorenzo, dan Lorenzo harus pindah dari Mallorca ke Barcelona demi menggapai cita-citanya menjadi seorang pembalap dunia. Dan ia tinggal di asrama.
125cc (2002 – 2004)
            Karir MotoGP Lorenzo nyaris gagal tercipta, jika saja ia tidak menerima dispensasi dari penyelenggara balapan kelas 125cc Spanyol. Hal ini dikarenakan usia Lorenzo yang terlalu muda untuk mengikuti balapan, 13 tahun pada saat itu. Namun karena talenta yang ditunjukkan Lorenzo, membuat panitia memberikan dispensasi khusus untuk dirinya, Lorenzo pun menunjukkan kekuatannya.
Terbukti, setahun kemudian Lorenzo mencatatkan dirinya sebagai juara termuda yang memenangkan balapan 125cc Eropa dalam umur 14 tahun dan juara dunia kelas 125cc di tahun berikutnya. Hal ini tidak akan terwujud jika saja Lorenzo tidak menerima dispensasi.
Ia memenangi Grand Prix pertamanya pada tahun 2003 pada seri Rio de Janeiro di Brazil. Dan berhasil mengantongi 4 gelar juara seri selama di kelas 125cc ini.
250cc (2005 – 2007)
            Tahun 2005, anak muda yang lahir hobi bermain video game ini memulai debutnya di kelas 250cc bersama dengan tim Aprillia. Kelas 250cc adalah kelas yang harus dilalui oleh seluruh pembalap yang ingin menjejakkan kakinya di lintasan balapan paling kencang di dunia, MotoGP. Lorenzo dengan mudah melewati para lawannya di musim pertamanya bersama dengan Aprillia dan menempatkan dirinya di posisi lima klasemen pembalap. Namun prestasi baru diukir Lorenzo di tahun berikutnya. Ia mendominasi tahun 2006 dengan delapan kemenangan, 10 pole-position dan dengan mudah menjabat sebagai juara dunia 250cc bersama dengan tim Aprillia.
Setahun kemudian pemuda yang memilki julukan X-Fuera, karena aksi overtaking nya yang flamboyan ini, semakin tak terbendung. Ia mengunci title juara dunia250cc kedua kalinya secara back to back usai menjuarai Sirkuit Sepang, Malaysia. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan namanya sebagai rider Spanyol yang paling sukses sepanjang sejarah 250cc atau satu kemenangan lebih banyak dari Dani Pedrosa dan Sito Pons, dan ia hanya membutuhkan waktu tiga tahun mencetak ini semua. Total kemenangannya selama berlaga di kelas 250cc adalah 17 kemenangan.
MotoGP (2008 – Sekarang)
            Pada 25 Juli 2007 ia menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha dan menjadi rekan se tim Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009. Pada seri pertamanya di kelas MotoGP 2008 rockie dengan nomor motor 48 ini langsung merebut pole position, dan membuat ia menjadi orang kedua yang melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya di tahun 1998. Tiga seri berikutnya ia mempertahankan pole position-nya dan memenangi kelas MotoGP untuk pertama kali di sirkuit Estoril, Portugal. Di seri selanjutnya di MotoGP Grand Prix of China ia mengalami kecelakaan hebat pada sesi latihan sehingga membuatnya tidak bisa membalap secara fit di balapan tersebut, walaupun akhirnya secara brilian ia mampu finish keempat saat lomba. Selanjutnya di seri Le Mans, lagi-lagi Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, namun secara brilian pula ia bisa balapan dan finish kedua. Kesialan belum berakhir dari Lorenzo saat ia kembali lagi mengalami kecelakaan di seri Mugello, dan puncaknya di Sirkuit Catalunya saat ia lagi-lagi terjatuh dan akhirnya menyebabkannya gagal mengikuti balapan.
Lorenzo kemudian kembali turun balapan di Donington Park dan berakhir dengan finish di posisi enam. Hasil yang sama ia bukukan kembali di seri selanjutnya di Assen, sebelum akhirnya lagi-lagi mengalami kecelakaan di seri Jerman. Kemudian di seri Laguna Seca Lorenzo kembali lagi mengalami kecelakaan hebat saat balapan, yang membuatnya kemudian disebut sebagai pembalap rookie MotoGP yang paling banyak mengalami kecelakaan. Lorenzo kemudian meraih dua podium di San Marino dan Indianapolis. Secara keseluruhan ia berada di posisi empat klasemen musim 2008 dengan 190 poin.
Masuk ke musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim. Di musim 2009, Lorenzo tampil sebagai juara di 4 balapan (Jepang, Perancis, Indianapolis, dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole dan total 12 podium. Di akhir musim Lorenzo berada di posisi ke-dua klasemen dengan raihan 261 poin.
Tanggal 25 Agustus 2009, Jorge Lorenzo mengakhiri gosip tentang peluang kepindahan dirinya ke Honda atau Ducati untuk musim 2010 dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha. Ducati dilaporkan menawari Lorenzo dengan kontrak bernilai 15 juta dollar semusim untuk menjadi rekan setim Casey Stoner di musim 2010, namun Lorenzo akhirnya lebih memilih untuk bertahan di Yamaha. Tahun 2009 ini Lorenzo mengganti nomor motornya dari 48 menjadi 99, hasil polling oleh fansnya di Barcelona.
Lorenzo sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan saat pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa sesi tes di awal musim. Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua dibelakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya untuk membalap. Segera setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat cedera karena kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar bisa menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat kemenangan dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia memiliki selisih 47 angka atas saingannya di posisi ke-dua. Kemenangan di Assen kemudian mengantarkan Lorenzo menjadi pembalap ketujuh yang mampu meraih kemenangan di sirkuit legendaris itu dalam tiga kelas yang berbeda. Di paruh musim kedua, Dani Pedrosa tampil sebagai penantang serius untuk perebutan gelar juara dunia, sampai akhirnya datang musibah bagi Pedrosa saat ia mengalami kecelakaan di Jepang, yang mengharuskannya absen di dua lomba. Jorge Lorenzo akhirnya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala Lumpur dibelakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Selebrasi unik pun ia lakukan dengan tim mekaniknya dengan mengangkat tema dari serial nitendo, yaitu Mario Bersaudara dengan kalimat khas-nya GAME OVER, yg menandakan pertarungan memperebutkan gelar Juara Dunia 2010 telah usai. Dan ia pun menjadi orang Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia MotoGP.
Dengan mengantongi gelar Juara Dunia 2010, Lorenzo menyelesaikan 3 balap terakhir yaitu Philips Island, Estoril, dan  Valencia. Di seri penutup Valencia, Spanyol, Lorenzo berhasil finish di posisi puncak setelah melakukan start di posisi ke-dua dan beberapa kali mengalami fight dengan pembalap-pembalap lain, bahkan hampir terjatuh saat bersenggolan dengan Simoncelli. Tapi dengan kegigihan dan semangatnya, dia bisa memenangkan balapan di seri pamungkas sebagai tuan rumah sekaligus mencetak rekor poin terbaru yaitu 383 poin. Melampaui capaian poin tertinggi oleh Valentino Rossi sebelumnya yaitu 363 poin.
Jika musim 2010 adalah musim gemilang untuk Lorenzo, tidak begitu untuk musim 2011 ini. Pada tahun ini ia membalap sebagai seorang Juara bertahan sekaligus pemimpin di Timnya, pasca pindahnya Rossi dari Yamaha ke Ducati. Beban mental akibat suasana baru pun membayangi awal musimnya. Di serangkaian tes pra-musim 2011 Lorenzo dengan Yamahanya terlihat tidak terlalu baik dari rival terberatnya, Honda. Lorenzo lebih sering berada di bawah para rider Honda. Namun hal itu bukanlah penghalang bagi rider manis ini.
Musim ini Lorenzo mengganti nomor motornya dari 99 menjadi 1. Haknya sebagai juara dunia musim lalu. Sebenarnya Lorenzo tetap ingin menggunakan nomor 99 kebanggaannya, namun atas permintaan Yamaha, Lorenzo pun akhirnya menggunakan nomor kehormatan tersebut dgn tetap menempatkan nomor 99 di lengan baju balap sebelah kirinya. Sampai saat ini (seri terakhir Aragon, Spanyol 2011) jumlah kemenangan Jorge di kelas premier MotoGP adalah 17 kemenangan.
Keseharian
            Di balik jubah balapnya saat menunggangi M1 kesayangannya Lorenzo memang terlihat seperti pribadi yang serius, sangar, angkuh, dan  keras kepala. Atau sepelas race, apalagi setelah memenangi seri terkait, bak seorang kesatria yang berhasil menang perang. Dengan segudang ide selebrasinya ia mampu menarik jutaan pasang mata untuk menyaksikan aksinya. Tanggapan positif dan negative pun datang. Ada yg berpendapat bahwa ia adalah rider penuh semangat, namun tak jarang orang-orang menganggapnya rider sombong yang kekanak-kanakan.
Lepas dari semua atribut balapnya, Lorenzo mempunyai karakter pribadi lain. Dalam kesehariannya ia adalah seorang pemuda pintar, cerdas, baik hati, bersahabat, mudah bergaul, ramah, cinta keluarga, cinta terhadap fansnya dan ia pun suka beramal. Seperti salah satu kegiatan amalnya di bulan Januari 2010, yaitu ikut serta dalam konfederasi internasional Oxfam untuk membantu korban bencana alam gempa bumi Haiti 2010.
Rider yang mengidolakan grup band Linkin Park dan kerap mendengarkan lagu-lagu band favoritnya menjelang race ini memiliki hobi antara lain main music, main video game, berolahraga, traveling, dan berinteraksi dengan dunia luar melalui internet. Lorenzo adalah salah satu olahragawan yang rajin berbagi cerita dan pengalaman melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter. Tiada hari tanpa update status. Hal ini juga yang membuat ia sangat dekat dengan fansnya di seluruh dunia. Ia bisa dengan leluasa berbagi informasi ia sedang berada dimana, apa yang sedang ia lakukan, bagaimana suasana hatinya saat itu, dan para fansnya pun dengan mudah mengetahui segala hal tentang rider pujaan hati mereka.
Buku
            Lorenzo adalah pembalap yang tidak ragu berbagi cerita perjalanan karirnya. Selain membuat film dokumenter yang berisikan perjalanan karirnya sejak kecil hingga menjadi Juara Dunia, ia juga merilis beberapa buku biografi diantaranya berjudul Jorge Lorenzo, My Story So Far, Komik Lorenzo’s Land, The New King Of MotoGP.
cc:http://ongispartan.blogspot.com/2011/12/jorge-lorenzo.html?showComment=1399278316248#c6827032718802966049