![]() |
| Lucu banget yaaaa!! |
ok first gue mau explain kenapa gue bisa suka sama Lorenzo.
Jadi tuh sekitar pertengahan tahun 2009 gue udah suka motogp, tapi masih bingung mau pilih jagoan yang mana haha secara masih kelas 6sd. yang penting juara 1 waktu main ps haha, tapi kalo nonton motogp bareng keluarga, gue ikut ikutan bokap sama kakak gue aja dukung dukung rossi.
mungkin ini love at first sight haha..
pertengahan 2010 gue main Motogp08 terus disitu gue bosen kan pake Valeyellow terus, akhirnya gue cari-cari rider yang keliatan bagus dari fotonya haha. dan akhirnya ada salah satu rider Yamaha nomor 99. dan itu ganteng bangeeettt
Story of Jorge Lorenzo
Masa Kecil
Jorge lahir di Rumah Sakit Son Dureta di Palma de Mallorca, anak pertama dari pasangan pembalap Maria Guerrero (ibu) dan Chico Lorenzo (ayah). Maka
dari itu ia memiliki nama lengkap Jorge Lorenzo Guerrero. Ia adalah
seorang kakak yang sangat menyayangi adik semata wayangnya yg bernama
Laura Lorenzo Guerrero. Menurut Ibunya, Jorge adalah anak yg pendiam tp
pemberani. Jorge kecil selalu membela adiknya, bahkan membawakan tas
adiknya saat berangkat sekolah. Karena sangat sayang pada adiknya itu,
dia berat untuk meninggalkan Mallorca untuk pindah ke Barcelona. Saat kecil potongan rambutnya sangat unik, mohawk dengan bentuk bintang di samping-sampingnya.
Lorenzo,
begitu sapaan akrabnya di dunia balap, menghabiskan masa kecilnya di
kepulauan Balearic daerah wisata pantai yang terkenal di Spanyol, hobi
berburu barang-barang yang dijatuhkan oleh turis di Aquacity. Tapi yg
paling ia suka adalah membuat mereka kagum dengan bakatnya mengendarai
motor.
Terlahir dari keluarga pembalap, sejak bayi ia sudah terbiasa dengan
barang-barang berbau motor. Ia pun mengejutkan kedua orang tuanya dengan
kemampuannya mengendalikan motor mini saat usianya baru 3 tahun.
Ayahnya lah yang mengenalkannya pada motor sekaligus pelatih pertamanya,
juga menawarkan video-video balapnya pada tim-tim balap dan
manajer-manajer.
Karier
Tak butuh waktu lama bagi Lorenzo untuk menunjukkan talenta yang
dimilikinya. Umur delapan tahun dia sudah memenangkan balapan minicross
tingkat regional di Balearic, kota kelahirannya. Tahun 1997, saat
usianya genap berusia 10 tahun Lorenzo mencatatkan namanya sebagai
pemenang kejuaraan balap nasional Spanyol dan melesat di tahun 1998
dengan memenangkan balapan aprillia 50cc.
Suatu
hari, seorang manajer tim balap motor bernama Dani Amatriain terpukau
melihat video yg dikirim Chicho kepadanya. Dani pun mengajak Chico
bertemu di Barcelona untuk membicarakan bakat calon anak didiknya itu.
Setelah pembicaraan tersebut, akhirnya Chicho & Dani bertemu lagi,
kali ini Lorenzo ikut. Yang sangat diingat oleh Dani adalah tatapan mata
si Lorenzo kecil. Menurut Dani, tatapan Lorenzo sangat tajam dan sangat
fokus, dia menyebutnya sebagai Gaze of the Champion. Dari sana dia
yakin untuk mengontrak Lorenzo, dan Lorenzo harus pindah dari Mallorca
ke Barcelona demi menggapai cita-citanya menjadi seorang pembalap dunia.
Dan ia tinggal di asrama.
125cc (2002 – 2004)
Karir MotoGP Lorenzo nyaris gagal tercipta, jika saja ia tidak menerima
dispensasi dari penyelenggara balapan kelas 125cc Spanyol. Hal ini
dikarenakan usia Lorenzo yang terlalu muda untuk mengikuti balapan, 13
tahun pada saat itu. Namun karena talenta yang ditunjukkan Lorenzo,
membuat panitia memberikan dispensasi khusus untuk dirinya, Lorenzo pun
menunjukkan kekuatannya.
Terbukti,
setahun kemudian Lorenzo mencatatkan dirinya sebagai juara termuda yang
memenangkan balapan 125cc Eropa dalam umur 14 tahun dan juara dunia
kelas 125cc di tahun berikutnya. Hal ini tidak akan terwujud jika saja Lorenzo tidak menerima dispensasi.
Ia memenangi Grand Prix pertamanya pada tahun 2003 pada seri Rio de Janeiro di Brazil. Dan berhasil mengantongi 4 gelar juara seri selama di kelas 125cc ini.
250cc (2005 – 2007)
Tahun
2005, anak muda yang lahir hobi bermain video game ini memulai debutnya
di kelas 250cc bersama dengan tim Aprillia. Kelas 250cc adalah kelas
yang harus dilalui oleh seluruh pembalap yang ingin menjejakkan kakinya
di lintasan balapan paling kencang di dunia, MotoGP. Lorenzo dengan
mudah melewati para lawannya di musim pertamanya bersama dengan Aprillia
dan menempatkan dirinya di posisi lima klasemen pembalap. Namun
prestasi baru diukir Lorenzo di tahun berikutnya. Ia mendominasi tahun
2006 dengan delapan kemenangan, 10 pole-position dan dengan mudah
menjabat sebagai juara dunia 250cc bersama dengan tim Aprillia.
Setahun
kemudian pemuda yang memilki julukan X-Fuera, karena aksi overtaking
nya yang flamboyan ini, semakin tak terbendung. Ia mengunci title juara
dunia250cc kedua kalinya secara back to back usai menjuarai Sirkuit
Sepang, Malaysia. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan namanya sebagai
rider Spanyol yang paling sukses sepanjang sejarah 250cc atau satu kemenangan lebih banyak dari Dani Pedrosa dan Sito Pons, dan ia hanya membutuhkan waktu tiga tahun mencetak ini semua. Total kemenangannya selama berlaga di kelas 250cc adalah 17 kemenangan.
MotoGP (2008 – Sekarang)
Pada 25 Juli 2007 ia menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha dan menjadi rekan se tim Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009. Pada
seri pertamanya di kelas MotoGP 2008 rockie dengan nomor motor 48 ini
langsung merebut pole position, dan membuat ia menjadi orang kedua yang
melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya
di tahun 1998. Tiga seri berikutnya ia mempertahankan pole position-nya
dan memenangi kelas MotoGP untuk pertama kali di sirkuit Estoril, Portugal. Di seri selanjutnya di MotoGP Grand Prix of China ia
mengalami kecelakaan hebat pada sesi latihan sehingga membuatnya tidak
bisa membalap secara fit di balapan tersebut, walaupun akhirnya secara
brilian ia mampu finish keempat saat lomba. Selanjutnya di seri Le Mans, lagi-lagi Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, namun secara brilian pula ia bisa balapan dan finish kedua. Kesialan belum berakhir dari Lorenzo saat ia kembali lagi mengalami kecelakaan di seri Mugello, dan puncaknya di Sirkuit Catalunya saat ia lagi-lagi terjatuh dan akhirnya menyebabkannya gagal mengikuti balapan.
Lorenzo kemudian kembali turun balapan di Donington Park dan berakhir dengan finish di posisi enam. Hasil yang sama ia bukukan kembali di seri selanjutnya di Assen, sebelum akhirnya lagi-lagi mengalami kecelakaan di seri Jerman. Kemudian di seri Laguna Seca Lorenzo
kembali lagi mengalami kecelakaan hebat saat balapan, yang membuatnya
kemudian disebut sebagai pembalap rookie MotoGP yang paling banyak
mengalami kecelakaan. Lorenzo kemudian meraih dua podium di San Marino
dan Indianapolis. Secara keseluruhan ia berada di posisi empat klasemen
musim 2008 dengan 190 poin.
Masuk ke musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim. Di
musim 2009, Lorenzo tampil sebagai juara di 4 balapan (Jepang,
Perancis, Indianapolis, dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole
dan total 12 podium. Di akhir musim Lorenzo berada di posisi ke-dua
klasemen dengan raihan 261 poin.
Tanggal 25 Agustus 2009, Jorge Lorenzo mengakhiri gosip tentang peluang kepindahan dirinya ke Honda atau Ducati untuk musim 2010 dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha. Ducati dilaporkan menawari Lorenzo dengan kontrak bernilai 15 juta dollar semusim untuk menjadi rekan setim Casey Stoner di
musim 2010, namun Lorenzo akhirnya lebih memilih untuk bertahan di
Yamaha. Tahun 2009 ini Lorenzo mengganti nomor motornya dari 48 menjadi
99, hasil polling oleh fansnya di Barcelona.
Lorenzo
sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan
saat pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa
sesi tes di awal musim. Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua dibelakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya untuk membalap. Segera
setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat cedera karena
kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar bisa
menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat
kemenangan dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia
memiliki selisih 47 angka atas saingannya di posisi ke-dua. Kemenangan
di Assen kemudian mengantarkan Lorenzo menjadi pembalap ketujuh yang
mampu meraih kemenangan di sirkuit legendaris itu dalam tiga kelas yang
berbeda. Di paruh musim
kedua, Dani Pedrosa tampil sebagai penantang serius untuk perebutan
gelar juara dunia, sampai akhirnya datang musibah bagi Pedrosa saat ia
mengalami kecelakaan di Jepang,
yang mengharuskannya absen di dua lomba. Jorge Lorenzo akhirnya
mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala Lumpur dibelakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Selebrasi
unik pun ia lakukan dengan tim mekaniknya dengan mengangkat tema dari
serial nitendo, yaitu Mario Bersaudara dengan kalimat khas-nya GAME
OVER, yg menandakan pertarungan memperebutkan gelar Juara Dunia 2010
telah usai. Dan ia pun menjadi orang Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia MotoGP.
Dengan mengantongi gelar Juara Dunia 2010, Lorenzo menyelesaikan 3 balap terakhir yaitu Philips Island, Estoril, dan Valencia.
Di seri penutup Valencia, Spanyol, Lorenzo berhasil finish di posisi
puncak setelah melakukan start di posisi ke-dua dan beberapa kali
mengalami fight dengan pembalap-pembalap lain, bahkan hampir terjatuh
saat bersenggolan dengan Simoncelli. Tapi dengan kegigihan dan
semangatnya, dia bisa memenangkan balapan di seri pamungkas sebagai tuan
rumah sekaligus mencetak rekor poin terbaru yaitu 383 poin. Melampaui
capaian poin tertinggi oleh Valentino Rossi sebelumnya yaitu 363 poin.
Jika
musim 2010 adalah musim gemilang untuk Lorenzo, tidak begitu untuk
musim 2011 ini. Pada tahun ini ia membalap sebagai seorang Juara
bertahan sekaligus pemimpin di Timnya, pasca pindahnya Rossi dari Yamaha
ke Ducati. Beban mental akibat suasana baru pun membayangi awal
musimnya. Di serangkaian tes pra-musim 2011 Lorenzo dengan Yamahanya
terlihat tidak terlalu baik dari rival terberatnya, Honda. Lorenzo lebih
sering berada di bawah para rider Honda. Namun hal itu bukanlah
penghalang bagi rider manis ini.
Musim ini Lorenzo mengganti nomor motornya dari 99 menjadi 1. Haknya sebagai juara dunia musim lalu. Sebenarnya Lorenzo tetap ingin menggunakan nomor 99 kebanggaannya, namun atas permintaan Yamaha, Lorenzo pun akhirnya menggunakan nomor kehormatan tersebut dgn tetap menempatkan nomor 99 di lengan baju balap sebelah kirinya. Sampai saat ini (seri terakhir Aragon, Spanyol 2011) jumlah kemenangan Jorge di kelas premier MotoGP adalah 17 kemenangan.
Musim ini Lorenzo mengganti nomor motornya dari 99 menjadi 1. Haknya sebagai juara dunia musim lalu. Sebenarnya Lorenzo tetap ingin menggunakan nomor 99 kebanggaannya, namun atas permintaan Yamaha, Lorenzo pun akhirnya menggunakan nomor kehormatan tersebut dgn tetap menempatkan nomor 99 di lengan baju balap sebelah kirinya. Sampai saat ini (seri terakhir Aragon, Spanyol 2011) jumlah kemenangan Jorge di kelas premier MotoGP adalah 17 kemenangan.
Keseharian
Di
balik jubah balapnya saat menunggangi M1 kesayangannya Lorenzo memang
terlihat seperti pribadi yang serius, sangar, angkuh, dan keras kepala.
Atau sepelas race, apalagi setelah memenangi seri terkait, bak seorang
kesatria yang berhasil menang perang. Dengan
segudang ide selebrasinya ia mampu menarik jutaan pasang mata untuk
menyaksikan aksinya. Tanggapan positif dan negative pun datang. Ada yg
berpendapat bahwa ia adalah rider penuh semangat, namun tak jarang
orang-orang menganggapnya rider sombong yang kekanak-kanakan.
Lepas
dari semua atribut balapnya, Lorenzo mempunyai karakter pribadi lain.
Dalam kesehariannya ia adalah seorang pemuda pintar, cerdas, baik hati,
bersahabat, mudah bergaul, ramah, cinta keluarga, cinta terhadap fansnya
dan ia pun suka beramal. Seperti salah satu kegiatan amalnya di bulan
Januari 2010, yaitu ikut serta dalam konfederasi internasional Oxfam untuk membantu korban bencana alam gempa bumi Haiti 2010.
Rider
yang mengidolakan grup band Linkin Park dan kerap mendengarkan
lagu-lagu band favoritnya menjelang race ini memiliki hobi antara lain
main music, main video game, berolahraga, traveling, dan berinteraksi
dengan dunia luar melalui internet. Lorenzo adalah salah satu
olahragawan yang rajin berbagi cerita dan pengalaman melalui jejaring
sosial Facebook dan Twitter. Tiada hari tanpa update status. Hal ini
juga yang membuat ia sangat dekat dengan fansnya di seluruh dunia. Ia
bisa dengan leluasa berbagi informasi ia sedang berada dimana, apa yang
sedang ia lakukan, bagaimana suasana hatinya saat itu, dan para fansnya
pun dengan mudah mengetahui segala hal tentang rider pujaan hati mereka.
Buku
Lorenzo
adalah pembalap yang tidak ragu berbagi cerita perjalanan karirnya.
Selain membuat film dokumenter yang berisikan perjalanan karirnya sejak
kecil hingga menjadi Juara Dunia, ia juga merilis beberapa buku biografi
diantaranya berjudul Jorge Lorenzo, My Story So Far, Komik Lorenzo’s Land, The New King Of MotoGP.
cc:http://ongispartan.blogspot.com/2011/12/jorge-lorenzo.html?showComment=1399278316248#c6827032718802966049


.jpg)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar